Hujan Deras Picu Luapan Air di 7 Desa di Rejotangan, Polisi dan BPBD Bersama Warga Lakukan Penanganan
Tulungagung – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu dini hari (31/10/2026), mengakibatkan luapan air dari sejumlah aliran sungai buangan di wilayah selatan kecamatan tersebut. Menyikapi kejadian itu, Polsek Rejotangan bergerak mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung untuk melakukan penanganan.
Peristiwa tersebut bermula saat hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Rejotangan sekitar pukul 02.00 WIB hingga 03.30 WIB. Aliran air dari kawasan pegunungan di wilayah selatan mengalir ke daerah yang lebih rendah hingga menyebabkan genangan dan merendam sebagian rumah warga serta area persawahan.
Luapan air diduga diperparah oleh tersumbatnya aliran sungai akibat ranting pohon dan bambu yang terbawa arus, kemudian menumpuk di sejumlah jembatan dan bendung (dam) sungai yang berada dekat dengan permukiman warga. Kondisi tersebut menghambat aliran air sehingga meluap ke area sekitarnya.
Adapun wilayah yang terdampak meliputi Desa Sukorejo Wetan, terutama area persawahan; Desa Tenggong, yang meliputi perumahan dan persawahan; serta Desa Tugu, dengan dampak pada area persawahan dan permukiman warga.
Sementara itu, di Desa Tenggur, sumbatan ranting pada jembatan mengakibatkan air menggenangi persawahan dan area Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Di Desa Karangsari, sumbatan pada dam sungai menyebabkan air meluap ke area persawahan. Di Desa Sumberagung, sumbatan bambu dan ranting pohon ditemukan di jembatan, namun berdasarkan informasi yang diterima, air belum memasuki area permukiman maupun persawahan. Adapun di Desa Tanen, luapan air menggenangi area persawahan.
Pasca kejadian, personel Polsek Rejotangan melakukan pengecekan di lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta BPBD Kabupaten Tulungagung guna mendukung proses penanganan. Warga setempat juga bergotong royong membersihkan material ranting dan bambu yang menyumbat aliran air. Sejumlah titik yang terdampak dilaporkan telah dibersihkan dengan bantuan tim BPBD.
Kapolsek Rejotangan AKP Kasianto menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan langkah koordinasi dan pemantauan setelah menerima informasi mengenai luapan air tersebut.
“Begitu mengetahui adanya luapan air, kami langsung melakukan pengecekan di lokasi serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan BPBD untuk membantu penanganan. Kami juga mengapresiasi semangat gotong royong warga dalam membersihkan material yang menyumbat aliran sungai. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama apabila hujan deras kembali terjadi, serta segera melaporkan apabila ditemukan potensi bahaya di lingkungan masing-masing,” ujar AKP Kasianto.
Berdasarkan informasi yang diterima, hingga penanganan dilakukan tidak terdapat laporan korban jiwa. Meski demikian, masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan deras susulan, memantau kondisi aliran sungai, serta menghindari area yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah setempat, BPBD, dan masyarakat, diharapkan penanganan dampak luapan air dapat berjalan optimal serta situasi kamtibmas dan keselamatan warga di wilayah Kecamatan Rejotangan tetap terjaga.(massing85)
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar